“Kekuatan Kalimat: Hikmah Komunikasi dalam Pandangan Islam"


Komunikasi merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia. Melalui komunikasi, gagasan, nilai, dan emosi dapat tersampaikan dengan baik. Dalam perspektif Islam, komunikasi bukan sekadar alat pertukaran informasi, tetapi juga sarana penyebaran kebaikan dan pembangunan akhlak. Al-Qur’an dan Hadis telah menekankan pentingnya menyampaikan kata-kata yang baik sebagai wujud keimanan dan tanggung jawab sosial.

Ayat  tentang Komunikasi :

(al- fussilat :33 ) وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى ٱللَّه

Artinya:

"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri? (al-fussilat ayat 33)

Ayat ini menunjukkan bahwa komunikasi terbaik adalah dakwah—mengajak orang kepada kebaikan, dengan disertai amal nyata dan identitas diri sebagai seorang Muslim. Ini mencerminkan komunikasi yang bernilai ibadah.

Seorang pelajar yang menasihati temannya agar salat tepat waktu sambil menunjukkan keteladanan, sedang menjalankan komunikasi yang paling mulia menurut ayat ini.

Hadis Nabi SAW: HR. Bukhari dan Muslim

"رُبَّ كَلِمَةٍ تَقُولُهَا تُلْقِي بِكَ فِي النَّارِ"

Artinya:                                                                

"Betapa banyak kata yang kamu ucapkan, (yang bisa) menjatuhkanmu ke dalam neraka lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat."

Hadis ini mengingatkan bahwa satu ucapan yang buruk, seperti fitnah, ghibah, celaan, atau kebohongan, bisa membawa dampak dosa yang sangat besar, bahkan menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam neraka. Maka, menjaga lisan adalah kewajiban penting dalam Islam.

Hadis ini mengingatkan kita akan bahaya komunikasi negatif, seperti ghibah (menggunjing), fitnah, mengumpat, atau menyebar hoaks. Kadang, satu kalimat saja sudah cukup untuk menyakiti hati orang lain atau bahkan menimbulkan kerusakan besar.

Misalnya, menyebarkan rumor yang belum tentu benar di media sosial bisa menghancurkan reputasi orang lain. Maka, kita harus berpikir sebelum berbicara atau mengetik, karena tanggung jawab lisan sangat besar dalam Islam.

Tafsir dan Makna Komunikasi dalam Perspektif Islam                                       

Dalam perspektif Islam, komunikasi bukan hanya sekadar alat penyampaian pesan, tetapi merupakan cerminan iman dan akhlak seorang Muslim. Hal ini ditegaskan dalam QS. Fussilat ayat 33, yang menyatakan bahwa sebaik-baik perkataan adalah yang menyeru kepada Allah, dibarengi dengan amal saleh dan komitmen sebagai seorang Muslim. Ayat ini menekankan bahwa komunikasi ideal dalam Islam adalah dakwah yang penuh hikmah, berorientasi pada kebaikan, serta disertai keteladanan nyata. Maka, berbicara dalam Islam tidak cukup dengan kebenaran semata, tetapi juga harus lembut, sopan, dan membawa maslahat bagi sesama.

Namun demikian, Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam hadis riwayat Abu Dawud bahwa satu kalimat yang buruk dapat menjatuhkan seseorang ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat. Hadis ini menunjukkan bahwa lisan yang tidak dijaga bisa menjadi sumber kebinasaan. Ucapan seperti fitnah, ghibah, dan kata-kata kasar meski tampak ringan di lidah, sangat berat konsekuensinya di sisi Allah. Oleh karena itu, Islam mengajarkan prinsip “berkata baik atau diam” sebagai landasan komunikasi yang bijak. Dengan demikian, komunikasi dalam Islam harus dilakukan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan niat untuk menyebarkan kebaikan, bukan sekadar berkata-kata tanpa makna.

Hikmah dalam Kehidupan Sehari-Hari Kisah Inspiratif: “Seyum dan Kata Baik di Sekolah”

Suatu pagi, seorang siswa bernama Rafi datang terlambat ke sekolah. Dengan wajah cemas, ia masuk kelas dan menundukkan kepala. Alih-alih dimarahi, gurunya berkata lembut, "Selamat pagi, Rafi. Apakah kamu baik-baik saja?"

Dengan perlahan, Rafi menjelaskan bahwa ia terlambat karena membantu nenek menyeberang jalan. Guru pun tersenyum dan mengapresiasi sikap Rafi. Teman-teman sekelas yang menyaksikan kejadian itu belajar satu hal penting: kata-kata baik bisa membangun suasana yang positif.

Kata-kata yang baik mampu meredakan ketegangan, menginspirasi orang lain, dan menjadi jembatan kasih sayang. Dalam komunikasi, bukan hanya isi pesan yang penting, tetapi juga niat dan cara penyampaiannya.

Komunikasi dalam Islam memiliki dimensi yang sangat luas dan mendalam. Tidak hanya sebagai sarana pertukaran informasi, komunikasi juga dipandang sebagai sarana dakwah, ibadah, dan cerminan integritas pribadi. QS. Fussilat ayat 33 mengajarkan bahwa perkataan terbaik adalah yang mengajak kepada Allah dengan amal saleh dan kejujuran identitas keislaman. Sementara itu, hadis riwayat Abu Dawud mengingatkan tentang bahaya lisan yang tidak dijaga, yang bisa menjerumuskan ke dalam dosa besar. Oleh karena itu, seorang Muslim dituntut untuk senantiasa menjaga lisannya, berkata dengan bijak, dan menjadikan komunikasi sebagai sarana menyebarkan kebaikan serta mempererat ukhuwah. Dengan memahami hal ini, diharapkan kita mampu menghadirkan komunikasi yang bermakna, bernilai ibadah, dan berkontribusi positif bagi kehidupan sosial.


 Daftar Pustaka

Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama RI, 2005.

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir, 1987.

Muslim, Imam. Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, 1991.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Nawawi, Imam. Syarah Shahih Muslim. Beirut: Dar al-Fikr, 1995.



Profil penulis:



Fitria Ningsih merupakan mahasiswi aktif Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai. Saat ini Fitria sedang menempuh perkuliahan pada semester kedua. Ia memiliki ketertarikan pada kajian-kajian keislaman, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, komunikasi dalam perspektif Islam, dan pengembangan karakter. Melalui tulisan ini, Fitria berharap dapat turut serta menyebarkan nilai-nilai dakwah melalui media literasi, sekaligus mengajak pembaca untuk menjadikan  komunikasi sebagai sarana membangun kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer