Resume buku
EVALUASI DAN RANAH BELAJAR
Judul buku : EVALUASI PEMBELAJARAN
Penuli : Drs. H. Shodiq Abdullah,M.Ag
Penerbit : Pustaka Rizki Putra
Tahun : 2012
Tujuan pembelajaran dan evaluasi merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam proses belajar mengajar. Tanpa adanya tujuan, maka proses pembelajaran akan berlangsung tanpa arah, bahkan tidak bermakna, tujuan dapat mengarahkan bagaimana proses pembelajaran harus di rancang dan di laksanakan, juga bagaimana proses serta keberhasilan nya harus di evaluasi. Sementara itu, jika tujuan pembelajaran di rumuskan, namun tidak ada kegiatan pembelajaran, tentu tujuan tidak akan pernah tercapai. Jika tujuan pembelajaran telah di formulasikan, dan kegiatan belajar mengajar di laksanakan, namun evaluasi tidak di laksanakan, maka tidak dapat di ketahui kegagalan atau keberhasilan proses pembelajaran tersebut.
Selain merupakan kriteria, tujuan juga dapat menjadi acuan yang mengarahka prosedur dan pelaksanaan penilaian. Menurut UU no 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan Nasional, tujuan pendidikan dapat diklasifikasi menurut hirarkinya menjadi beberapa macam yaitu, tujuan umum, tujuan institusional, tujuan kurikuler, tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus.
Pada hakikatnya tujuan pembelajaran adalah rumusan tingkah laku yang di harapkan dapat dikuasai oleh siswa setelah menerima atau menempuh pengalaman belajarnya Howard Kingsley membagi tiga macam hasil belajar yakni keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dari pengertian, sikap dan cita-cita. Masing-masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. sedangkan gegne membagi 5 kategori hasil belajar yakni: informasi verbal keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap dan keterampilan motoris. Ranah kognitif yakni berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yakni: pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah efektif yakni berkenaan dengan sikap yang terdiri dari 5 aspek, yakni: penerimaan, jawaban atau reaksi.
Sub-ranah dalam domain kognitif: pengetahuan (knowledge), tipe hasil belajar pengetahuan termasuk kognitif tingkat rendah yang paling rendah titik namun tipe hasil belajar ini menjadi prasyarat bagi tipe hasil belajar berikutnya. Hafal menjadi prasyarat bagi pemahaman buku hal ini berlaku bagi semua bidang studi, baik bidang matematika, pengetahuan alam ilmu sosial, maupun bahasa. Terdapat beberapa cara untuk dapat mengingat dan menyimpannya dalam ingatan seperti teknik memo jembatan keledai, mengurutkan kejadian, membuat singkatan yang bermakna.
pemahaman (comprehension), tipe hasil belajar yang lebih tinggi daripada pengetahuan adalah pemahaman misalnya menjelaskan dengan susunan kalimat nya sendiri sesuatu yang dibaca atau didengarnya, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan, atau menggunakan petunjuk penerapan pada kasus lain. Pemahaman merupakan kemampuan untuk menangkap makna dari materi atau informasi yang disajikan titik hal ini dapat ditunjuk dengan penerjemah dari suatu bentuk informasi ke bentuk lainnya seperti penafsiran terhadap materi seperti menjelaskan atau meringkas dan dengan membuat estimasi mengenai kecenderungan di masa mendatang atas dasar informasi yang disajikan, seperti memprediksi konsekuensi atau efek. Pemahaman terbagi menjadi 3 yaitu: pemahaman terjemah, pemahaman penafsiran, pemahaman ekstrapolasi.
Aplikasi (application), aplikasi atau penerapan merujuk pada kemampuan untuk menggunakan bahan yang telah dipelajari dalam situasi baru dan konkrit, seperti penerapan berbagai kaidah metode, konsep, prinsip, dan teori. Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi konkret atau situasi khusus. Abstraksi tersebut mungkin berupa ide teori, atau petunjuk teknis. Karena situasi itu lokal sifatnya dan mungkin pula subjektif, maka tidak mustahil bahwa isi suatu item itu baru bagi banyak orang, tetapi sesuatu yang sudah dikenal bagi beberapa orang tertentu. Prinsip merupakan abstraksi suatu proses atau suatu hubungan mengenai kebenaran dasar atau hukum umum yang berlaku di bidang ilmu tertentu titik prinsip mungkin merupakan suatu pernyataan yang berlaku pada sejumlah besar keadaan dan mungkin pula merupakan satu dedukasi dari suatu teori atau asumsi.
Analisis (analysis), analisis diartikan sebagai kemampuan untuk memecah suatu materi, informasi atau data sesuai dengan komponen atau unsurnya sehingga struktur organisasi dapat dipahami secara jelas. Analisis adalah usaha memilah suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hirarkinya dan atau susunannya. Analisis merupakan kecakapan yang kompleks yang memanfaatkan kecakapan dari ketiga tipe sebelumnya dengan analisis diharapkan seseorang mempunyai pemahaman yang komprehensif dan dapat memilah integritas menjadi bagian-bagian yang tetap terpadu untuk beberapa hal memahami prosesnya untuk hal lain yang memahami cara bekerjanya, untuk hal lain lagi memahami sistematikanya. Bila kecakapan analisis telah dapat berkembang pada seseorang maka ia akan dapat mengaplikasikannya pada situasi baru secara kreatif.
Sintesis (synthesis), sintesis adalah kemampuan merangkum berbagai komponen atau unsur sehingga menjadi sesuatu yang baru. Sintesis meliputi produksi komunikasi yang unik, perencanaan suatu penelitian, dan serangkaian hubungan antara hal yang abstrak. Sintesis menekankan adanya tingkah laku kreatif dengan tekanan utama pada formulasi struktur atau gaya yang baru. Berpikir sintesis adalah berpikir divergen. Dalam berpikir divergen pembaca atau jawabannya belum dapat dipastikan. Besintesiskan unit-unit tersebut tidak sama dengan mengumpulkannya ke dalam suatu kelompok besar. Mengartikan analisis sebagai pemecah integritas menjadi bagian-bagian dan sintesis sebagai menyatukan unsur-unsur menjadi integritas perlu secara hati-hati dan penuh telaah. Berpikir sintesis merupakan salah satu terminal untuk menjadikan orang lebih kreatif. Berfikir kreatif merupakan salah satu hasil yang hendak dicapai dalam pendidikan titik seseorang yang kreatif saling menemukan atau menciptakan sesuatu.
Evaluasi (evaluation), evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk membuat keputusan penilaian terhadap suatu hal evaluasi adalah pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara bekerja, pemecahan, metode, materil. Sub ranah efektif yaitu: menerima menanggapi penilaian karakteriasasi. Ranah psikomotor terdiri dari: persepsi, kesiapan, respon terbimbing, gerakan terbiasa, respon kompleks adaptasi, organisasi.
Rumusan tujuan yang dapat diukur, merumuskan tujuan mempunyai arti yang sangat penting dan menentukan. Jika perumusan tujuan pembelajaran tidak sempurna hampir dapat dipastikan kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan evaluasi tidak dapat berlangsung dengan baik pula. Karena itu, maka dalam kaitannya dengan evaluasi ini perlu dikaji kembali bagaimana merumuskan tujuan pembelajaran yang baik sehingga mendukung dan menjamin terlaksananya pengukuran dan penilaian dengan wajar, efektif dan akurat.
Profil penulis
Fitria Ningsih adalah mahasiswi semester 2 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai. Aktif dalam kegiatan kampus, . Dengan semangat belajar yang tinggi, ia berkomitmen untuk menjadi pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan dedikasi dalam membentuk generasi penerus bangsa. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah di kemudian hari..
Komentar
Posting Komentar